Ada masa ketika orang tua percaya bahwa tanda masa depan cerah adalah celengan yang penuh. Tapi hari ini, anak muda justru lebih sering memenuhi galeri kamera daripada isi tabungan. Bukan karena tidak peduli masa depan, tapi karena hidup sekarang terasa terlalu cepat, terlalu bising, dan terlalu melelahkan untuk dijalani tanpa jeda.
Generasi sekarang tumbuh di tengah tuntutan yang datang dari segala arah. Kuliah harus bagus, karier harus jelas, media sosial harus menarik, hubungan harus sehat, mental harus stabil, dan semuanya dituntut terlihat baik-baik saja. Di tengah tekanan itu, healing akhirnya berubah dari sekadar liburan menjadi bentuk bertahan hidup.
Mungkin itu sebabnya tiket konser terasa lebih “menyelamatkan” dibanding menambah saldo rekening. Segelas matcha dingin di coffee shop estetik kadang terasa lebih menenangkan daripada melihat angka tabungan bertambah perlahan. Bukan soal boros atau tidak bisa mengatur uang, tapi karena banyak anak muda sedang berusaha membeli rasa tenang yang tidak mereka dapatkan dari rutinitas sehari-hari.
Healing hari ini juga bukan selalu tentang pergi jauh ke Bali atau staycation mahal. Kadang healing cuma tentang naik motor malam sambil mendengar lagu favorit, duduk sendiri di minimarket 24 jam, memotret langit sore, atau membeli makanan kecil setelah hari yang berat. Hal-hal sederhana yang membuat seseorang merasa hidupnya masih punya warna.
Media sosial juga punya pengaruh besar. Timeline dipenuhi video “self reward”, konten traveling,cafe hopping, dan tren menikmati hidup. Lama-lama, healing terasa seperti kebutuhan utama sekaligus simbol bahwa seseorang masih mencintai dirinya sendiri. Di sisi lain, menabung sering terlihat membosankan karena hasilnya tidak langsung terasa.
Namun menariknya, banyak anak muda sebenarnya sadar pentingnya menabung. Mereka tahu masa depan membutuhkan persiapan. Hanya saja, generasi sekarang hidup di masa yang membuat banyak orang merasa cemas terhadap masa depan. Harga kebutuhan naik, pekerjaan tidak selalu stabil, dan kehidupan terasa penuh ketidakpastian. Akibatnya muncul pola pikir: “Kalau hari ini bisa bahagia sedikit, kenapa harus ditunda terus?”
Pada akhirnya, healing dan menabung sebenarnya bukan musuh. Keduanya hanya sedang berusaha mencari porsi yang seimbang. Karena hidup bukan cuma tentang mengumpulkan uang sampai lupa menikmati hari, tapi juga bukan tentang menikmati hidup sampai lupa pulang.
Kadang kita tidak sedang ingin lari dari hidup. Kita hanya ingin beristirahat sebentar.
Mungkin generasi sekarang hanya ingin hidup tanpa merasa sesak setiap waktu. Dan jika secangkir kopi, perjalanan singkat, atau lagu favorit bisa membuat hati sedikit lebih tenang, barangkali itu bukan pemborosan sepenuhnya. Bisa jadi, itu cara mereka bertahan di dunia yang terlalu ramai.